MENGATASI TOLERANSI KAFEIN

Source

Para pecinta kopi, pernahkan merasa ketika anda telah meminum kopi dengan jumlah yang banyak, tetapi efek dari kafein ternyata tak lagi terasa didalam tubuh anda?? Niatan menambah semangat, justru yang didapat hanyalah perut yang menjadi kembung akibat terlalu banyak minum kopi. Lalu, mengapa hal itu bisa terjadi, padahal jen is dan takaran jumlah kopi tidak berkurang setiap harinya? Penyebab utamanya adalah toleransi tubuh terhadap kafein (toleransi kafein).

Toleransi kafein adalah istilah umum untuk respon tubuh seseorang terhadap penggunaan dan jumlah dosis kafein tertentu, dimana keadaan ini mengakibatkan hilangnya efek kafein, bagi tubuh. Apa penyebab terjadinya toleransi tubuh terhadap kafein?

Seperti yang telah kita ketahui, kafein dapat memicu produksi adrenalin didalam tubuh yang memberikan efek tubuh menjadi lebih bersemangat. Ketika tubuh mendapat asupan kafein, maka kafein akan diikat oleh melekul-molekul tertentu pada reseptor otak yang biasanya digunakan oleh adenosine (zat kimia yang membuat tubuh menjadi merasa lelah), hal ini mengakibatkan tubuh menjadi terjaga karena zat adenosine tidak bekerja.

Seiring waktu, otak Anda akan mulai menyemburkan reseptor adenosine berlebih sebagai upaya tubuh untuk mengatasi waktu istirahat yang hilang yang disebabkan oleh kafein. Ini artinya, kadar kafein yang biasanya dikonsumsi melalui kopi tidak akan memengaruhi tubuh, sehingga kita perlu memerlukan dosis kafein yang lebih tinggi, agar dapat tetap bersemangat atau terjaga.

Source.

Apakah dengan ditambahnya jumlah asupan kafein dalam tubuh dapat mengatasi toleransi kafein? Jawabannya adalah tidak. Anda tidak perlu terus menerus menambah jumlah cangkir / takaran kopi yang anda minum. Toleransi kafein pada tubuh, tergolong pada jenis toleransi parsial, sehingga penambahan dosis kafein yang diakibatkan oleh toleransi kafein akan berhenti pada satu titik tertentu, dimana tubuh akan mendapatkan dosis optimal dari kafein.

Satu-satunya cara paling efektif untuk mengatasi toleransi tubuh terhadap kafein, adalah mengurangi dosis kafein yaitu dengan mengurangi pula jumlah kopi yang diminum setiap harinya. Disarankan bagi anda yang mungkin telah mengalami efek toleransi kafein, untuk mengurangi kebiasaan minum kopi secara bertahap. Perlu diingat bahwa, perubahan secara mendadak dan signifikan dapat memberikan pengaruh bagi tubuh, seperti mudah merasa lelah, masalah pada kemampuan fokus, mudah marah, dan yang paling mungkin dialami adalah sakit kepala.

Jadi, jika anda berencana untuk mengatasi toleransi kafein dengan cara mengurangi jumlah asupan kafein secara drastis atau berhenti dengan cara tiba-tiba, kami menyarankan untuk melakukan pengurangan jumlah konsumsi kafein dengan cara bertahap, buatlah tubuh anda terbiasa dengan kondisi yang baru. Atau anda dapat memulainya dengan cara mengkonsumsi kopi tanda kafein.

Source: 1,2