Suatu pagi, 31 tahun lalu, di Verona, Italia, berbagai inspirasi muncul menyesaki benak Howard Schultz. Waktu itu, ia pergi ke Italia atas perintah atasannya, Jerry Baldwin, untuk mengunjungi pameran perabotan di Milan, Italia. Sambil menyeruput caffe latte yang ia pesan, Schultz melihat inti bisnis kopi: suasana!

Schultz yang bekerja sebagai manajer pemasaran perusahaan penjual biji kopi panggang ini berpikir, pada dasarnya kenikmatan biji kopi tak bisa lepas dari tempat yang nyaman dan asyik untuk mengobrol, atau hanyut dalam kesendirian. Schultz lekas menyampaikan ide ini ke bosnya.

Namun, sang bos tak menanggapi ide Schultz dengan baik. Schultz yang mantan seorang salesman tak patah arang. Seperti Ray Kroc membangun McDonald’s, Schultz menjalankan bisnisnya sendiri, sebuah kedai kopi, dari nol, bernama Il Giornale, atas seizin Baldwin.

Hanya dalam waktu singkat, pada 1987, Schultz membeli saham perusahaan tempatnya bekerja yang didirikan Jerry Baldwin, Zev Siegl, dan Gordon Bowker pada 1971. Keahliannya mengumpulkan dan meyakinkan investor, berhasil membuatnya mengumpulkan dana sampai membeli saham ketiga orang itu senilai US$ 37 juta.

Barangkali, Schultz tak menyangka, pagi di Verona kala itu bakal membuatnya memimpin sebuah perusahaan dengan jumlah toko mencapai 20.891 buah (Maret 2013). Bermula dari toko kecil Il Giornale yang kemudian dia ubah menjadi Starbucks, Schultz yang juga menjabat chief executive officer (CEO) berhasil meraup pendapatan US$ 13,29 miliar dan laba bersih US$ 1,38 miliar per akhir 2012.

Tapi, apa yang Schultz alami, sebenarnya bisa juga terjadi pada setiap orang. Termasuk Anda! Semua bisnis biasanya bermula dari ide yang muncul pada peristiwa sehari-hari. Bahkan, mungkin ide yang sangat sederhana. Lantas, ide ini Anda perjuangkan mati-matian sampai benar-benar terwujud.

Prospek bisnis

Menurut Manajer Pemasaran Bakoel Koffie, Syenny Widjaja, bisnis kedai kopi bagaimapun sebuah bisnis dengan entry barriers yang rendah. Maksudnya, tak banyak penghalang masuk ke lini bisnis usaha kedai kopi. Semua orang bisa dengan mudah mendirikan kedai kopi. “Buktinya, sekarang ini banyak sekali kita jumpai kedai-kedai kopi,” ujar Syenny.

Apalagi, peluang bisnis jenis ini tergolong bagus sepanjang tahun. Semua pebisnis kedai kopi yang dihubungi KONTAN mengatakan hal serupa. Khusus tahun ini, prosepek bisnis kedai kopi juga masih bagus. Alasan mereka, menyeruput kopi sudah menjadi bagian dari gaya  hidup orang Indonesia.

Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba, Lisensi, dan Kemitraan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indoensia sekaligus Ketua Dewan Pengarah Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) berpendapat, ada beberapa hal mengapa bisnis kedai kopi masih cerah.

Pertama, kedai kopi masih tergolong bisnis kuliner. Dan segala bisnis yang berkait dengan kuliner, niscaya berpeluang bagus di Indonesia.

Kedua, khususnya kedai kopi lokal, Amir bilang, sepanjang 2014 tak akan banyak terpengaruh dengan kondisi ekonomi atau peristiwa politik. Apalagi, untuk membuka kedai kopi lokal tidak membutuhkan dana yang besar. “Kalau kedai kopi asing, Anda butuh dana, sedikitnya, antara Rp 10 miliar–Rp 15 miliar,” cetus Amir.

Sebagai bukti, imbuh Amir, ada kabar dari Kementerian Perdagangan sekitar sepuluh investor dari mancanegara sudah mengincar pasar Indonesia. Bahkan, satu-dua investor dari Australia kabarnya juga akan masuk ke Indonesia. Namun, karena situasi, mereka masih wait and see. “Menunggu waktu yang pas,” ujar Amir.

Cuma, justru karena peluang yang bagus dan entry barrier minim, menciptakan persaingan serta kompitisi yang tinggi. Belum lagi, kedai-kedai kopi harus berhadapan dengan tren bisnis ritel yang belakangan juga menawarkan layanan model kafe. Contoh saja, 7-Eleven, Circle K, Indomaret Point, dan sebagainya. “Jadi, mereka yang ingin memasuki bisnis kedai kopi, sebaiknya menimbang unsur kompetisi,” tegas Amir.

Ketiga, dari struktur konsumen kedai kopi yang kebanyakan para lelaki, kini sudah mulai digandrungi oleh kaum hawa dan anak muda. Terutama anak muda, mempunyai ciri khas selalu mencari yang baru. Nah, kedai-kedai kopi baru sebenarnya jadi ajang perburuan mereka. So, belum ada kata terlambat bagi Anda yang ingin mendirikan kedai kopi sekarang.

Langkah-langkah

Micko Irawan, pemilik kedai kopi PT Coffeeland Indonesia yang mempunyai merek kedai kopi Coffeland Indonesia, bilang bahwa dua poin utama dan penting menyiapkan bisnis kedai kopi, yaitu konsep dan lokasi. Sementara itu,  pemilik kedai kopi merek Javapuccino, Muhammad Asmui, menuturkan, untuk mendirikan kedai kopi, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu lokasi, lokasi, dan lokasi!

Yang jelas, seperti halnya memulai bisnis pada umumnya, Anda harus menguasai produk dan segala pengetahuan yang terkait dengan calon bisnis produk atau jasa Anda. Jadi, karena ini berkaitan dengan kopi, ada dua hal yang harus Anda pelajari, yaitu bisnis dan kopi!

Tapi, jangan buru-buru patah semangat. Ini sebenarnya hal mudah, kok. Untuk lebih jelasnya, berikut gambaran umum langkah-langkah menyiapkan kedai kopi milik Anda.

• Perencanaan bisnis

Seperti halnya Schutlz dengan Starbucks-nya, semua bermula dari ide. Setelah itu, Anda menentukan perencanaan alias desain bisnis. Semakin matang dan detail, kian jelas apa saja langkah-langkah yang akan Anda eksekusi di depan.

Kata Micko, konsep kedai kopi masuk dalam perencanaan bisnis yang paling penting. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menentukan konsep. Tentunya, maksud dari konsep ini adalah menentukan model kedai kopi seperti apa yang akan Anda dirikan.

Pertama, diskusi dengan partner kerja atau teman-teman Anda. Secara konkret, cobalah tuangkan ide-ide model kedai kopi yang sudah Anda miliki ke dalam catatan. Brainstorming dengan rekan bisnis atau saudara. Jangan ragu meminta kritik dan masukan.

Kedua, mengadakan riset kecil-kecilan. Untuk menentukan konsep, penting juga Anda melakukan penelitian kecil dengan mengunjungi kedai-kedai kopi yang sudah ada. Catatlah hal-hal penting yang menurut Anda menarik dan unik serta mendukung ide tentang konsep kedai kopi Anda.

Ketiga, jika Anda merasa perlu melakukan survei, silakan. Skala survei tidak harus besar, kecil pun tidak masalah. Yang penting, survei itu bisa membantu Anda mempertajam ide. Buatlah daftar pertanyaan sederhana lantas ajukan ke beberapa teman, saudara, atau bahkan, ahli kopi yang berpengalaman atau barista. Bahkan, jangan ragu untuk bertanya kepada pebisnis yang sudah punya kedai kopi.

Namun, perencanaan bisnis tidak berhenti pada konsep. Merencanakan bisnis juga termasuk memberi nama kedai kopi Anda. Anda juga perlu mengidentifikasi calon-calon pelanggan, menyiapkan modal, mengenali pasar, serta menentukan lokasi.

• Lokasi

Setelah konsep jadi, selanjutnya tentukan lokasi usaha yang Anda inginkan. Asmui bilang, lokasi merupakan faktor sangat penting. Jika tepat memilih lokasi, bisnis kedai kopi Anda bisa sukses di luar dugaan. Carilah tempat yang ramai, misalnya dekat dengan perkantoran atau pusat belanja.

Ingat, lokasi juga akan mempengaruhi jumlah modal yang akan Anda siapkan. Jadi, bijak-bijaklah menentukan lokasi. “Saya memilih lokasi di daerah atau di luar Jakarta karena tingkat kompetisinya belum begitu ketat,” tutur Asmui.

Contoh konkret, untuk menentukan lokasi, dua hal yang patut Anda perhatikan adalah calon pelanggan dan kompetitor. Tengok sekeliling daerah tempat kedai kopi yang akan Anda dirikan. Sudah adakah kedai kopi lainnya? Jika sudah ada, yakinkan diri Anda, apakah bisa bersaing dengan kedai yang sudah lebih dahulu ada.

• Modal

Setelah mempunyai konsep dan yakin dengan rencana Anda, langkah berikut adalah menyiapkan modal. Sumber modal bisa diperoleh dari mana saja.

Pertama, modal sendiri. Anda bisa menjual atau menggadaikan aset milik Anda. Aset ini bisa berbentuk barang, bangunan, atau tanah.

Kedua, meminjam. Saudara bisa menjadi sumber modal Anda. Meminjam lembaga keuangan seperti bank konvensional atau bank syariah juga bisa jadi pilihan. Pinjam koperasi juga tak masalah. Perusahaan pembiayaan? Oke juga. Asal, Anda menghitung dengan cermat bunga pinjamannya.

Ketiga, perusahaan pembiayaan non-bank seperti Pegadaian juga bisa jadi andalan. Ada bentuk Kredit Angsuran Sistem Fidusia. Perusahaan leasing juga memberikan pinjaman, namun berupa aset.

Keempat, ada fasilitas Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) dari perusahaan pelat merah alias Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ada juga fasilitas dari Kementerian Koperasi dan UKM dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir.

Kelima, Anda juga bisa mendapatkan modal dari kementerian sektoral. Datanglah ke kantor kementerian lantas cari informasi tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Enam, seperti Schutlz, Anda juga bisa mendapatkan modal dari para investor. Tren sekarang, ada pengusaha-pengusaha besar yang bersedia menggelontorkan dana asal Anda bisa meyakinkan mereka dengan ide dan konsep.

Kata Asmui, untuk mendirikan kedai kopi, butuh sekitar Rp 300 juta. Namun, Micko mengatakan, dengan Rp 50 juta,  kedai sudah bisa jalan. Tentu, kebutuhan modal tergantung pada konsep kedai kopi yang Anda siapkan.

• Perizinan

Konsep dan modal sudah di tangan, selanjutnya mengurus perizinan. Untuk membuka sebuah kedai kopi, Anda membutuhkan izin usaha restoran atau kafe. Meskipun beberapa pebisnis ada yang tak mengurus izin saat memulai bisnis kedai kopi, tapi ada baiknya Anda mengikuti semua peraturan yang berlaku untuk meminimalisasi risiko bisnis Anda di depan.

Mengurus izin kedai kopi sangat mudah. Datanglah ke kantor walikota atau kapubaten dan tanya informasi tentang perizinan kepada petugas. Yang jelas, beberapa hal yang perlu Anda siapkan dalam mengurus perizinan ini antara lain, mengisi formulir permohonan izin dan materai, fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan menunjukkan yang asli, serta fotokopi sertifikat tanah.

Beberapa dokumen yang kemungkinan akan ditanyakan adalah denah lokasi, salinan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan salinan perizinan gangguan (HO). Juga sering ditanyakan pula salinan NPWP, salinan izin perutukan penggunaan tanah, dokumen lain yang berhubungan dengan lingkungan hidup, serta salinan akte pendirian perusahaan.

Beruntunglah Anda mengurus perizinan tak sesulit sebelum zaman reformasi. Cuma, layanannya masih lambat. “Perlu lebih dipercepat dan transparan dengan mempersingkat birokrasi,” tutur Muhammad Abgari, Coffee Chief Anomali Coffee.

Ingat, perlu juga Anda informasikan tentang usaha Anda ke pengurus lingkungan, seperti RT/RW. Ini bisa menghindarkan Anda dari pungutan liar yang tak perlu. Dekati juga organisasi masyarakat di sekitar kedai kopi Anda berdiri.

• Kedai

Poin ini menyangkut segala hal mengenai persiapan kedai, mulai dari membangun kedai, merancang desain kedai, memberi peralatan, sampai menentukan menu yang akan Anda sajikan di kedai kopi Anda.

Untuk urusan desain interior kedai, Anda bisa memakai jasa konsultan, jika Anda punya cukup dana. Khusus perlengkapan, jangan lupa susun apa saja yang diperlukan, seperti meja, kursi, tisu, cangkir, furnitur, sampai ke urusan kecil-kecil seperti perlukah televisi, AC, atau kipas angin.

Selanjutnya, jangan lupa menentukan menu. Menu ini bisa ditentukan berdasarkan riset Anda tentang lokasi dan pasar. Di samping berbagai jenis kopi, Anda juga bisa memperkaya menu dengan kue, yogurt, atau makanan dan minuman lain.

Selanjutnya, merekrut pegawai. Memang yang satu ini tak perlu jika Anda mampu melayani pelanggan sendiri. Namun, ingat, rekrutlah pegawai yang sesuai dengan ide Anda, visi dan misi Anda terhadap kedai kopi yang Anda bikin.

• Pemasaran

Kunci sukses pemasaran terletak pada sejauh mana Anda mengenal industri dan produk Anda. Tentu saja karena ini kedai kopi, Anda harus menguasai pengetahuan tentang kopi. Beberapa pengetahuan tentang kopi.

Jangan ragu menggunakan media internet atau jejaring sosial. Juga, pertahankan kualitas produk dan layanan Anda, karena pemasaran yang bagus bersumber pada promosi yang bagus pula. Promosi terbaik datang dari konsumen yang puas dengan produk dan layanan kedai kopi Anda.

Source: Here

Coffeeland Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *