Dalam semua proses pasca panen, hal yang pertama dilakukan pastinya adalah penyortiran antara buah yang kualitasnnya baik dengan buah yang kualitasnya kurang baik, setelah itu barulah dilakukan proses penjemuran.  Ada dua macam cara dalam proses penjemuran ini, yakni Dry Process (Natural Process) dan Honey Process. Dan kali ini kami akan membahas tentang Dry Process atau yang sering kita sebut dengan Natural Process.

Sesuai dengan namanya proses ini tidak menggunakan air bahkan tidak memerlukan mesin pulper, karena kulit dan daging buahnya tidak perlu dikupas. Setelah kopi disortasi, buah kopi langsung dijemur di bawah sinar matahari baik langsung atapun menggunakan plastik green house. Proses pengeringan buah kopi ini memerlukan intensitas cahaya matahari yang tinggi, supaya buah kopi bisa cepat kering. Semakin cepat kering, buah kopi akan dapat terhindar dari jamur dan proses fermentasi yang berkelanjutan. Daging buah yang kaya dengan gula selama mengering di bawah sinar matahari yang panas ikut memberikan citarasa pada biji kopi. Lalu, bagaimana tahapan-tahapan dalam natural process ini? Simak penjelasannya disini.

Sebelum masuk pada tahapan penjemuran, untuk mendapatkan hasil yang maksimal pada proses penjemuran, baiknya sedikit lebih memperhatikan cara panen buah kopi yang sudah matang. Sangat disayangkan jika kita menanam kopi berkualitas namun saat panen, tidak terlalu memperhatikan buah kopi mana sudah benar-benar matang dan buah kopi yang belum. Rekomendasi untuk hasil yang baik, panenlah buah kopi yang sudah benar-benar matang.

  • Tahap Pertama Penjemuran

Penting untuk buah kopi yang sudah matang dan kemudian masuk ke drying beds harus ditebar dan penyeberanan menyeluruh. Serta jangan lupa untuk membuat catatan yang perlu, jam berapa buah kopi ini mulai masuk ke drying beds-tempat penjemuran. Setelah disebar, ada baiknya tidak melebihi 3 inci diukur ketebalan tumpukannya, sehingga buah kopi mendapatkan aliran udara yang cukup saat proses penjemuran.
Sekitar 3-4 jam berlalu, penting untuk membalikkan bagian buah kopi, agar buah kopi terpapar sinar matahari merata menyeluruh. Dan pada tahap ini juga, memisahkan mana buah kopi yang terlalu matang dan belum matang, dengan melihat warna buah kopi, warna yang selaras akan menciptakan profil rasa yang konsisten dan berkualitas.

  • Tahap Kedua Penjemuran

Untuk selanjutnya setelah tiga – lima hari, buah kopi akan terlihat seperti karet kering. Pada tahap ini, kita bisa menumpuk buah kopi hingga 5-6 inci ketebalannya di drying beds, memastikannya terjemur merata juga penting. Setidaknya dalam sehari, ada dua kali membalikkan tumpukan.

  • Tahap Akhir Penjemuran

Setelah tiga – empat hari selanjutnya, para petani kopi punya dua cara untuk mengakhirinya. Yang pertama beberapa petani kopi yang memiliki mesin pengering, buah kopi selanjutnya akan dikeringkan kembali menggunakan mesin rotary dryers, untuk memastikan lagi buah kopi kering merata dan untuk resting-mengistirahatkannya. Tapi, tidak sedikit juga petani kopi menyelesaikan tahap akhir penjemuran di drying beds.
Yang paling utama saat mengukur kadar air dengan moisture meter, baik mengusahakan buah kopi yang dijemur memiliki kadar air dibawah 11%. Suhu panas ketika penjemuran, biasanya sekitar 29-31°C namun tergantung daerah tempat penjemuran.

  • Tahap Penyimpanan

Waktunya memasukan biji kopi pada karung yang sudah kamu sediakan, apakah itu menggunakan GrainPro atau jenis karung lainnya. Baiknya memperhatikan tempat penyimpanan sebelum pembeli ataupun pengangkut datang, pastikan memilih lokasi ruang penyimpanan yang sejuk dan tidak terlalu panas.

Proses natural memiliki citarasa manis yang lebih karena lamanya fase fermentasi dari gula-gula dalam daging buah kopi di bawah sinar matahari. Fase ini memberikan kemanisan buah-buahan lebih intense kedalam biji-biji kopi. Para penggemar kopi manual brewing memilih menggunakan alat seduh Chemex, V60 ataupun flat bottom untuk mengekstrak citarasa dan aroma kopi natural.

Kesempatan mengolah kopi secara natural bisa dilakukan untuk pertanian keluarga yang mengolah kopi tidak terlalu banyak. Dengan teknik ini para petani skala kecil justru bisa mengangkat citarasa produksinya. Karena proses pengolahan kopi benar-benar diperhatikan selama proses pengeringan. Jadi jangan heran bila citarasa kopi produksi pertanian keluarga juga bisa ditampilkan dengan cantik (enak) dan mahal.

Source:

1, 2, 3, 4, 5.

 

Coffeeland Indonesia