Sebagai penumbuh dan pecinta kopi, orang Indonesia diberkati dengan varietas kopi unik dan lezat. Dari titik paling timur Dunia Lama ini, kopi Indonesia menyebar ke Dunia Arab, ke Amerika, ke Eropa Barat, dan sekitarnya.

Selain itu juga banyaknya pulau di Indonesia dikelilingi oleh banyak gunung berapi. Karena itu,  Indonesia kaya akan gunung dan kaya akan tanah yang subur sehingga ideal untuk menanam kopi. Tak heran bila beberapa kopi paling terkenal di dunia ditanam di kepulauan Melayu Indonesia: Sumatera, Sulawesi, dan Jawa. Sekitar 15% dari seluruh kopi yang ditanam di Indonesia adalah Arabika. Sumatra adalah pulau terbesar kedua di Republik Indonesia. Dalam sejarah kopi Indonesia, daerah yang pertama kali ditanami kopi Arabica adalah Desa Pakantan, Mandailing Natal. Tak heran bila kemudian Mandailing Natal menjadi daerah penghasil kopi Arabica yang terkenal berkualitas. Di Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud, banyak sekali kebun kopi yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun yang diyakini memiliki hubungan dengan sejarah tadi. Kopi Mandheling Sumatra ditanam di lereng gunung vulkanik Gunung Leuser dekat pelabuhan Padang di wilayah Balak, Sumatera barat-tengah.

Pohon kopi pada awalnya dibawa ke Indonesia pada awal abad ke 19 oleh Belanda, yang berusaha menghancurkan monopoli Arab di seluruh dunia untuk budidaya kopi. Dalam beberapa tahun, kopi Indonesia mendominasi pasar kopi dunia. Namun pada akhir abad ini penyakit kopi benar-benar menghancurkan hasil panen. Pohon kopi berhasil ditanam kembali dan dengan cepat memperoleh pangsa pasar dunia yang besar sampai perkebunan tersebut dilanda lagi selama Perang Dunia II. “Mandailing”, dieja di sini dengan benar, secara teknis merupakan kelompok etnis di Indonesia, bukan daerah, seperti juga orang Batak.

Kata Mandheling sendiri adalah penyebutan orang-orang asing terhadap kata Mandailing, yang merupakan salah satu nama suku di Sumatera Utara. Bila sedikit dipanjangkan, Mandailing Natal (Madina). Mandhelinga merupakan nama kabupaten di Sumatera Utara.

Kopi Mandheling Sumatera adalah salah satu dari empat jenis kopi Arabika yang umum. Sementara sebagian besar kopi dinamai menurut wilayah tumbuh, atau negara, kopi Mandheling dinamai sesuai dengan nama orang Mandailing yang secara tradisional menanam dan mengolah biji kopi di wilayah Tapanuli. Kopi Mandheling tumbuh di ketinggian sampai 5.000 kaki dan serendah 2.500 kaki di atas permukaan laut di dekat Padang di barat-tengah Indonesia. Belakangan, kabar tersebut menyebar ke Jepang, dan kemudian namanya terjebak saat para pedagang mulai menanyakan tentang pembelian kopi Mandheling dari Sumatera . Metode unik yang digunakan dalam produksinya menghasilkan rasa yang sangat melekat dengan aroma yang khas, dihiasi dengan nuansa herbal dan hasil rasa yang pedas. Giling Basah, nama proses tradisional Sumatra, melibatkan penggilingan perkamen dari bean dengan kadar air sekitar 50%; Sebagai perbandingan, kebanyakan proses hull kopi lainnya sekitar sekitar 10-12% kelembaban. Proses unik dari Sumatra ini menghasilkan profil rasa khas merek dagang (keasaman rendah dan kekayaan yang tetap ada di belakang langit-langit mulut) dan memberi warna hijau dengan tanda, tangan menjadi warna hijau.

 

 

Profil Kopi Mandailing
Jenis      : Arabika
Body      : Full
Flavor    : Tanah, Tembakau, & Kuat
Acidity    : Low

Coffeeland Indonesia siap supplai Varian Kopi Arabika salah satunya Arabika Mandheling ke Cafe, Coffee Shop, Hotel, Restorant serta Personal. Tersedia kemasan mulai 125gr, 250gr, 500gr dan 1Kg. Untuk pemesanan silahkan hubungi marketing kami dengan klik What’s App:

 

 

 

 

 

Leave a Reply