Kadar air merupakan salah satu komponen kualitas kopi yang penting. Pada saat panen, kadar air biji kopi bisa diatas 60% dan harus diturunkan dikisaran 12%. Pada umumnya, penurunan kadar air dengan cara menjemurnya. Penjemuran bisa hanya 2 hari, atau bisa lebih dari seminggu, tergantung intensitas sinar matahari. Selain itu, teknik pascapanen kopi seperti pengolahan basah, semi basah dan kering, sangat mempengaruhi waktu pengeringan. Mengapa harus cepat dikeringkan? kalau tidak pada kondisi kadar air yang optimum, akan timbul jamur, dan diantaranya bisa mengandung ocratoxin, semacam aflatoxin pada kacang tanah, beda genre tapi sama-sama beracun dan bisa memicu kanker. Selain itu, satu saja biji kopi yang terserang jamur, misal dalam 1 kg biji  akan terasa saat cup testing. Bau apek, atau off flavor lain akan terdeteksi.

Kadar air pada kopi juga semakin berkurang setelah melalui proses roasting. Berbeda alat, maka berbeda pula hasilnya. Biji kopi hijau yang diroasting di atas wajan berbahan stainless stell memiliki kadar air yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar air biji kopi yang diroasting di atas wajan berbahan tanah liat. Salah satu sifat logam adalah menghantarkan panas, begitu pula dengan stainless stell yang cepat menyerap panas yang kemudian dihantarkan ke biji kopi. Disinilah dibutuhkan peran roaster ahli, jika biji kopi terlalu lama diam, maka kadar air di setiap biji tidak merata. Bagian terluar biji juga cepat mengeras sehingga proses roasting tidak lebih lama dibandingkan dengan wajan tanah liat, menyebabkan kadar air tidak banyak berkurang. Menggunakan wajan tanah liat justru lebih stabil dan membutuhkan waktu yang lebih lama dari stainless stell. Namun, kadar air di setiap biji kopi relatif sama dan lebih rendah karena proses yang tidak terburu-buru.

Selain penjemuran dan roasting, penyimpanan juga ikut mempengaruhi kadar air. Kopi memiliki sifat higroskopis. Biji kopi yang disimpan di dalam wadah yang tidak tertutup rapat dan di ruangan terbuka, akan dengan mudah menyerap air dari udara sekitarnya. Begitu pula jika disimpan dalam suhu yang relatif lebih tinggi, karena terjadi penguapan udara dan memperbanyak partikel air. Maka dari itu, untuk menjaga kestabilan kadar air dalam biji kopi, sekaligus menghindari berkembangnya mikro organisme yang dapat menurunkan kualitas, biji kopi disimpan di dalam freezer yang relatif lebih kering dibandingkan lemari pendingin.

Untuk Pemesanan Kopi Arabika asli Indonesia, Coffeeland menyediakan berbagai macam kopi arabika : Arabika Aceh Gayo Specialty, Arabika Papua Wamena Specialty, Arabika Bali Kintamani Specialty, Arabika Flores Specialty, Arabika Java Specialty, Arabika Malabar Specialty, Arabika Sumatera Mandheling, Arabika Toraja Specialty, dan Arabika Blue Korintji. Kemasan mulai 250gr, 500gr dan 1Kg.

Anda pun bisa menjadi mitra kami. Karena Coffeeland Indonesia menyediakan seluruh kebutuhan Coffee Shop / Kedai Kopi. Anda hanya perlu menyediakan lokasi dan biaya awal paket usaha mulai dari 75,5 juta hingga 123,5  juta. Biaya ini akan digunakan untuk membeli peralatan, pembelian bahan baku, biaya pelatihan karyawan, hingga membantu proses pemasaran. Anda dipersilahkan untuk menggunakan brand milik Anda sendiri dan tidak dibebani oleh biaya royalti/fee apapun. Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian paket Kedai Kopi, silahkan hubungi Tim Marketing kami, silahkan hubungi via What’s App >> Silahkan Klik : 

 

Source: 1, 2.