HAL YANG DAPAT DILAKUKAN OLEH PENGUSAHA KEDAI KOPI SELAMA PPKM DARURAT

 

Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) di daerah Jawa dan Bali mulai  berlaku di tanggal 3 Juli 2021. Terdapat 48 kabupaten/kota yang tercatat sebagai wilayah penerapan PPKM Darurat. Jumlah tersebut merupakan wilayah dengan asesmen situasi pandemi level 4 dan 74 kabupaten/kota dengan asesmen situasi pandemi level 3 di Jawa dan Bali.

Dengan adanya PPKM darurat ini tentunya berdampak besar bagi beberapa sektor usaha, terlebih di bidang f&b. Secara umum, pemberlakuan pembatasan di tempat makan selama PSBB dengan ketentuan PPKM darurat tak jauh berbeda.

Kedai kopi, restoran atau penyedia makanan atau minuman hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang, atau pesan antar. Berbeda saat penerapan PPKM mikro, pelanggan bisa makan di tempat dengan ketentuan kapasitas 50% dan jam buka yang dibatasi.

Lalu, hal seperti apa yang dapat dilakukan oleh pengusaha kedai kopi selama PPKM?

Promosi di Media Sosial
Melakukan promosi media sosial untuk saat ini memang menjadi prioritas yang utama. Sebelum adanya pandemi pun strategi marketing di media sosial sudah diterapkan oleh pebisnis-pebisnis di dunia.

Strategi marketing yang bisa Anda coba lakukan adalah dengan melakukan pemasaran via sosial media Instagram dibarengi dengan penawaran-penawaran paket ekonomis, juga penawaran potongan harga bagi pelanggan delivery dan memberikan gratis ongkir. Atau Ada juga dapat memberikan infomasi dan edukasi seputar Covid-19 dan cara meminimalisir serta menghindarinya, hal ini dilakukan supaya tetap dapat menarik perhatian konsumen, dimana konsumen membutuhkan informasi tersebut.

Memberikan Sistem Take Away

Pengusaha kedai kopi harus memiliki sistem take away untuk mempermudahkan konsumen memesan produk mereka. Anda bisa bergabung dengan Grab atau Gojek untuk mendukung konsep take away, atau Anda juga bisa menerapkan layanan antar gratis untuk order melalui Whats App / aplikasi outlet milik Anda langsung .

Persingkat Shift Kerja Karyawan
Penurunan omset tentunya mempenauhi biaya operasional kedai kopi, tidak terkecuali upah karyawan, oleh karena itu alternatif yang dapat Anda lakukan adalah dengan mempersingkat jam operasional para karyawan.

Menerapkan Protokol Kesehatan
Lakukan protokol kesehatan seperti pemeriksaaan suhu, menyediakan hand sanitizer, wajib memakai masker dan jaga jarak antar konsumen. Hal ini dilakukan agar pengunjung yang datang langsung ke kedai kopi tetap merasa aman dan nyaman. Jangan lupa juga menyediakan tempat cuci tangan, rutin melakukan penyemprotan dengan disinfektan, juga menyediakan pembayaran sistem cashless (pembayan non tunai) untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kedai kopi.

Pandemi Covid-19 bukanlah sebuah alasan sebagai penghalang untuk melakukan bisnis, melainkan harus membuat kita lebih inovatif dan kreatif dalam mengembangkan bisnis agar usaha kedai kopi yang kita miliki tetap berjalan.

Bagi anda yang ingin berbisnis kedai kopi, dapat bermitra bersama Coffeeland Indnesia. Karena Coffeeland Indonesia menyediakan seluruh kebutuhan Coffee Shop / Kedai Kopi. Anda hanya perlu menyediakan lokasi dan biaya awal paket usaha mulai dari 81 juta hingga 128,5  juta. Biaya ini akan digunakan untuk membeli peralatan, pembelian bahan baku, biaya pelatihan karyawan, hingga membantu proses pemasaran. Anda dipersilahkan untuk menggunakan brand milik Anda sendiri dan tidak dibebani oleh biaya royalti/fee apapun. Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian paket Kedai Kopi, silahkan hubungi Tim Marketing melalui Whatsapp.     

 

 

 

 

kompasiana.com