Serba seri kopi memang tidak ada habisnya untuk dijadikan sebagai bahan pembahasan, mulai dari manfaatnya hinga efek samping yang didapat dari mengkonsumsi kopi. Beberapa waktu lalu muncul pemberitaan yang sedikit mengusik para penggemar kopi. Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa secangkir kopi ternyata mengandung akrilamida, yakni zat kimia pemicu kanker. Ini jelas mengkhawatirkan, seperti apakah faktanya? benarkah kopi menyebabkan kanker, ataukah justru sebagai pencegah kanker?

Terkait dengan isu ini, alangkah baiknya kita jangan melihat dari satu sudut pandang saja, jika kopi dapat menyebabkan kanker, mengapa penikmat kopi begitu banyak, dan bahkan bertambah dari tahun ke tahun.  Disisi lain sejumlah riset menunjukan fakta yang bertentangan, bahwa  kopi memiliki kemampuan untuk mencegah kanker. Ini jelas menarik untuk juga kita telusuri.

Source

BENARKAH KOPI SEBAGAI PENYEBAB KANKER?

Penyebab munculnya isu ini adalah karena adanya temuan komponen akrilamida di dalam kopi. Ini adalah sejenis senyawa kimia organik yang memiliki sifat karsinogen yang mendorong proses oksidasi sel. setiap sel yang teroksidasi dengan aktif akan lebih cepat rusak.

Akrilamida terbentuk ketika makanan yang mengandung zat tepung dipanaskan hingga mencapai temperatur tinggi. Dalam proses penyajian kopi, biji kopi mentah perlu disangrai dengan temperartur yang tinggi hingga mengering dan hitam. Proses sangrai dalam temperatur tinggi inilah yang memicu reaksi maillard dan menimbulkan senyawa akrilamida.

Pada dasarnya tubuh masih dapat mentoleransi kadar akrilamida sebanyak  40 μg/kg (berat badan-hari). Dari 150 cc kopi mengandung akrilamida sebanyak 0,5 – 3 μg, dan untuk jenis kopi instan kadar akrilamidanya lebih tinggi, karena terkandung komponen gula dan creamer didalamnya.

Pakar WHO meyakini kadar akrilamida yang terkandung didalam kopi tidak berada pada level berbahaya dan perlu menjadi perhatian. Kunci utamanya terletak pada asupan kopi yang moderat dan tidak berlebihan.

KOPI SEBAGAI PENCEGAH KANKER

Dalam European Journal of Cancer Prevention tahun 2017, dinyatakan bahwa satu cangkir kopi sehari berpotensi menurunkan sedikit resiko kanker hati dan kanker rahim. Dan ada lagi ulasan tahun 2010, lebih dari 500 peneliti menemukan penurunan potensi terjangkit risiko kanker kandung kemih di kalangan peminum kopi. Bahkan dalam 5 cangkir kopi perhari, kopi tetap memberi manfaat menurunkan level resiko kanker tertentu. Kopi juga disarankan untuk dikonsumsi oleh mereka dengan masalah liver. Sebagaimana dijelaskan dalam temuan Universitas Edinburg tahun 2017.

Sejumlah ilmuan berpendapat bahwa proses pemanggangan biji kopi tidak hanya memproduksi akrilamida saja, tetapi juga menghasilkan antioksidan yang berperan melawan efek oksidasi, seperti cafestol, trigoneline dan lain sebagainya. Pengaruh kafein terhadap kinerja sel dan saraf juga dipercaya membantu mengaktifkan kembali sel-sel yang mengalami penurunan fungsi, dan dapat membantu memperbaiki sel-sel yang mulai rusak. Inilah salah satu alasan bahwa kopi dapat berperan sebagai pencegah kanker.

Kopi memiliki dua sisi sama seperti mata uang. Di satu sisi minum kopi diperkirakan dapat memicu kanker. Sedang pada sisi lain kopi justru diklaim mengandung antioksidan yang baik sebagai pencegah kanker, dan juga baik untuk sirkulasi darah dan metabolisme.

Sebenarnya kopi bukan jenis asupan berbahaya selama dikonsumsi dalam kadar wajar, yang terpenting adalah dengan tetap menjaga  keseimbangan pola makan, termasuk menambahkan porsi sayuran dan buah-buahan. Pola makan yang seimbang akan membantu Anda mendapatkan cukup nutrisi dan antioksidan untuk meredam pengaruh yang dianggap berbahaya.

 

Source: 1, 2