fbpx

Make Your Own Coffee Shop

TENTANG EKSTRAKSI KOPI DAN AIR PADA PENYEDUHAN KOPI

TENTANG EKSTRAKSI KOPI DAN AIR PADA PENYEDUHAN KOPI

TENTANG EKSTRAKSI KOPI DAN AIR PADA PENYEDUHAN KOPI

Seberapa banyak anda tahu tentang ekstraksi? Ekstraksi terjadi setiap kali anda menyeduh kopi. Ketika kopi bertemu dengan air, air tersebut mengambil aroma, rasa dan zat-zat lain yang anda nikmati dalam sebuah cangkir kopi. Dengan kata lain, minuman yang berada di dalam cangkirmu tersebut adalah ekstrak biji kopi. Tetapi, dalam menyeduh kopi ada beberapa parameter yang harus anda kontrol sehingga anda akan mendapatkan ekstraksi yang ideal. Apabila anda merasa kopinya tidak ideal, ada dua hal yang mungkin terjadi: “under-extraction” atau “over-extraction”. Under-extraction adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan bahwa sari-sari kopi terlalu sedikit yang berhasil diekstraksi. Sebaliknya, over-extraction terjadi karena terlalu banyak sari kopi yang terekstrak termasuk komponen yang membuat rasa kopi menjadi terlalu pahit dan tidak nikmat. Jadi, dalam membuat kopi tujuannya adalah mencari balance, ekstraksinya tidak under dan tidak over.

Untuk mencapai ekstraksi yang ideal ketika menyeduh kopi di rumah, paling tidak anda mesti memperhatikan tiga hal di bawah ini:

  1. Grind Size (Kehalusan kopi)
  2. Rasio kopi dan air
  3. Temperatur air

Untuk mengetahui kopimu ideal atau tidak, indra perasa anda adalah ahlinya. Kalau kopinya pahit dan mulut terasa kering setelah minum kopi tersebut, artinya kopi over-extracted. Lalu, apabila kopinya terlalu asem dan kecut, kurang ada elemen manisnya, dan rasanya cepat hilang di mulut, kopi masih under-extracted. Idealnya, kopi harus memiliki rasa yang manis seperti buah yang ranum, keasaman yang membuat rasanya menjadi kompleks, serta sentuhan rasa-rasa tertentu yang dapat anda temukan. Pernah minum kopi yang rasanya tidak hilang-hilang di ingatan? Mungkin itu adalah salah satu kopi yang dengan ektraksi ideal.

Berikut adalah parameter dalam proses penyeduhan kopi: 

Grind Size

Biji kopi menyimpan banyak rasa yang terkunci di dalamnya. Pertama, anda harus tahu dulu kenapa kita harus mengubah kehalusan biji kopi yang kita gunakan. Biji kopi menyimpan banyak rasa yang terkunci di dalamnya. Dengan mempertemukan kopi dengan air, air akan mengekstrak rasa dari kopi tersebut. Logikanya, bisa aja kopi yang masih berbentuk biji ditenggelamkan dalam air mendidih untuk mengekstraksi rasanya. Tapi dengan kopi yang masih berbentuk seperti itu, air akan sulit untuk mempenetrasi ke dalam dan mengeluarkan rasa-rasa ideal kopi yang terkunci di dalamnya (atau bahkan setelah berjam-jam menunggu, hanya sedikit komponen yang terekstrak). Makanya, kita “membuka” biji kopi tersebut dengan menggilingnya.

Semakin halus anda menggilingnya, anda akan mendapatkan jumlah partikel yang lebih banyak.  Dan sebaliknya, semakin kasar anda menggiling, semakin sedikit jumlah partikelnya. Jumlah partikel di sini menentukan “tingkat kesulitan” air untuk melakukan ekstraksi. Dengan kopi yang sangat halus (jumlah partikel yang lebih banyak), mudah untuk air mengeluarkan rasa-rasa nikmat dalam kopi. Artinya dengan grind size yang seperti ini, brew time tidak perlu berlama-lama. Makanya, hanya butuh waktu beberapa detik saja untuk membuat espresso yang enak. Sebaliknya, kopi yang di-grind kasar lebih cocok untuk diseduh clever dripper atau french press dengan brew time yang lebih lama.

Temperatur Air

Temperatur air berperan penting dalam ekstraksi walaupun kadang dilewatkan. Untuk mencapai ekstraksi yang ideal, temperatur juga penting, tetapi kadang dilupakan. Pernahkah anda mencoba menyeduh Milo dengan air dingin? Kalau belum, yang bakal terjadi adalah bubuk Milo tersebut tidak akan larut. Semakin rendah temperatur, kemampuan air untuk melarutkan sesuatu semakin berkurang. Ini terjadi juga pada kopi. Apabila anda menyeduh kopi dengan air yang terlalu dingin, maka akan lebih sedikit sari-sari kopi yang bakal larut. Ingat istilah under-extraction?

Temperatur yang ideal akan berbeda-beda tergantung dari metode yang digunakan dan kopinya itu sendiri. Sangat di rekomendasikan untuk memulai dengan temperatur antara 92-96 derajat celcius karena bisa dibilang temperatur itu adalah yang paling “aman”. Selalu ingat rasa yang identik dengan over dan under-extraction. Dengan begitu anda bisa bereksperimen untuk mencari tahu temperatur mana yang ideal untuk anda

Coffee-to-Water Ratio

Tidak ada yang namanya “magic ratio” yang baik untuk semua metode seduh di luar sana. Perlu di ketahui bahwa tidak ada yang namanya “magic ratio” yang baik untuk semua metode seduh di luar sana. Skenarionya begini: Anda mau menyeduh dua cangkir kopi dengan jumlah air yang sama, yaitu 250 gram air. Bedanya, cangkir pertama mempunyai 10 gram kopi, sedangkan yang kedua 50 gram. Artinya, cangkir pertama punya rasio 1:25 dan yang kedua 1:5. Dengan kopi yang lebih sedikit dan air yang terlalu banyak, cup yang pertama akan menghasilkan kopi yang weak. Di cup kedua, dalam jumlah air yang sama, terdapat larutan kopi yang lebih banyak, sehingga kopi tersebut akan jauh lebih kuat dibanding yang pertama. Setelah itu dapat anda identifikasi dengan tekstur yang anda rasakan di mulut anda. Apakah kopi tersebut terlalu lemah sampai terasa watery? Atau terlalu strong sehingga terasa sangat kental. Coba mulai dengan rasio antara 1:15-1:17. Ini adalah rasio yang biasa gunakan dan tidak berlaku untuk semua kopi.

Ujung-ujungnya, rasa adalah yang terpenting dari kopi. Kuncinya, anda harus mencoba semua kopi, dari yang enak, yang sangat enak, bahkan yang tidak enak. Dengan begitu, akan lebih mudah untuk bisa mendefinisikan kopi yang ideal menurutmu. Jangan takut juga untuk bereksperimen dengan semua parameter diatas, walaupun di awal, anda akan menemukan yang namanya trial and error. Tapi, begitu sudah berhasil, kami jamin anda bakal dapat kepuasan tersendiri dan yang terpenting, segelas kopi yang nikmat.

Untuk mendapatkan hasil akhir seduhan kopi yang nikmat, tergantung dengan kopi yang kita gunakan. Coffeeland Indonesia menyediakan  Kopi Arabika asli Indonesia; Arabika Aceh Gayo Specialty, Arabika Papua Wamena Specialty, Arabika Bali Kintamani Specialty, Arabika Flores Specialty, Arabika Java Specialty, Arabika Malabar Specialty, Arabika Sumatera Mandheling, Arabika Toraja Specialty, dan Arabika Blue Korintji. Kemasan mulai 250gr, 500gr dan 1Kg. Silahkan hubungi Tim Marketing via Whatsapp.

 

  

Source : gordi.id