BOLEHKAH ANAK – ANAK MENGKONSUMSI KOPI?

Kopi adalah minuman yang identik dengan orang dewasa yang memiliki segudang aktivitas. Namun, saat ini anda pastinya sering sekali menemukan kedai kopi yang menawarkan berbagai jenis minuman dengan bahan dasar kopi yang rasanya nikmat di lidah siapa pun, bahkan remaja dan anak-anak. Karena pada saat ini minum kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup, tak sedikit remaja dan anak-anak yang sudah mulai minum kopi. Maka muncul kekhawatiran para orang tua soal anak-anak yang minum kopi. Apakah sebenarnya anak boleh minum kopi?

Pada dasarnya, kandungan kafein lah yang menyebabkan kopi jadi minuman yang berisiko bagi anak-anak. Terlebih kopi adalah salah satu minuman dengan kandungan kafein yang tinggi. Kafein adalah zat stimulan alami yang bisa ditemukan dari berbagai sumber, misalnya kopi, soda, minuman energi, dan teh. Fungsi dari zat stimulan ini adalah membantu Anda tetap terjaga dan berenergi.

Dalam satu cangkir kopi, kira-kira terdapat 95 miligram kafein. Sementara itu, para ahli menyarankan bahwa anak-anak tidak mengonsumsi kafein lebih dari 45 miligram dalam satu hari. Itu berarti satu cangkir kopi saja sudah melebihi kadar kafein yang boleh dikonsumsi anak dalam sehari. Padahal, seperti sudah disebutkan sebelumnya, kafein tak hanya terdapat pada kopi saja. Anak Anda mungkin juga mengonsumsi kafein dari soda atau teh di hari yang sama.

Efek samping minum kopi untuk anak

Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalami berbagai efek samping minum kopi. Pada orang dewasa, risiko yang ditimbulkan antara lain diare, sakit perut, sulit tidur, dan kegelisahan. Namun, pada anak-anak, dampak minum kopi bisa memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan hingga dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami anak yang minum kopi:

Insomnia

Anak usia balita hingga 12 tahun membutuhkan tidur selama paling tidak 11 jam sehari. Remaja usia 12 hingga 18 tahun harus tidur kira-kira 10 jam sehari. Waktu tidur ini dibutuhkan supaya setiap fungsi tubuh bekerja dengan baik. Jika anak minum kopi, kafein masih tersimpan dalam tubuh anak hingga 8 jam sesudahnya. Maka ketika waktunya tidur tiba, anak pun masih tetap terjaga dan belum merasakan dorongan untuk beristirahat. Jam tidur mereka pun akan terganggu sementara anak-anak biasanya harus bangun pagi untuk bersiap ke sekolah. Karena kurang tidur, mereka pun akan mencari kopi lagi keesokan harinya untuk menambah stamina dan kewaspadaan. Siklus ini akan terus berulang hingga mengakibatkan anak selalu susah tidur atau insomnia di malam hari.

Hiperaktivitas

Bagi orang dewasa, efek kopi dalam menambah energi bisa menjadi hal yang sangat membantu untuk menjalankan pekerjaan sehari-hari. Akan tetapi, anak-anak yang minum kopi akan menunjukkan perilaku yang gelisah, tidak bisa konsentrasi, dan hiperaktif. Ini karena anak-anak jauh lebih rentan terhadap kafein daripada orang dewasa.

Selain itu, anak juga masih lebih sulit mengendalikan diri dibanding orang dewasa. Akibatnya, kalau anak-anak minum kopi dan mereka harus duduk berkonsentrasi mendengarkan pelajaran di kelas seharian, mereka pun akan menunjukkan perilaku yang hiperaktif. Jika tidak dikonsumsi pada hari sekolah pun kopi juga akan membuat anak resah dan tidak bisa diam. Alih-alih jadi waspada, anak mungkin malah akan kurang berhati-hati dalam beraktivitas.

Mengganggu penyerapan kalsium

Kafein adalah zat yang bisa mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Kopi yang mengandung kafein bersifat diuretik, yaitu memicu produksi air seni. Semakin cepat air seni atau urin dikeluarkan oleh ginjal, semakin banyak pula kalsium yang belum diserap tubuh ikut terbuang. Padahal, kalsium sangat dibutuhkan oleh anak-anak untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat. Kurang kalsium berisiko menghambat pertumbuhan anak dan menyebabkan masalah seperti gigi berlubang.

Mengurangi nafsu makan

Kopi adalah minuman stimulan yang akan berdampak buruk bagi selera makan anak. Sementara itu, anak dalam masa pertumbuhannya sangat membutuhkan berbagai asupan gizi yang didapat dari makanan. Maka, hati-hati jika anak Anda sudah susah makan tetapi suka minum kopi. Selain itu, kopi juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada anak dengan gejala mual atau sakit perut. Hal ini akan membuat anak semakin tidak nafsu makan.

Ketergantungan

Apabila anak Anda sudah sering minum kopi, kandungan kafeinnya bisa memicu ketergantungan. Lama-kelamaan, anak harus minum lebih banyak kopi untuk membantunya tetap terjaga. Terlalu banyak minum kopi, berisiko menyebabkan berbagai gangguan dalam jangka panjang seperti penyakit jantung atau kerusakan saraf. Risiko ini semakin tinggi jika kebiasaan minum kopi sudah dimulai sejak dini.

Pada usia berapa anak dibolehkan mi

Pada dasarnya belum ada standar yang resmi dari badan kesehatan tertentu untuk mengetahui mulai usia berapa anak boleh minum kopi. Namun, berdasarkan pertimbangan risiko yang ditimbulkan kopi bagi anak, sebaiknya Anda tidak membiasakan anak untuk minum kopi sebelum anak menginjak usia 18 tahun. Hal ini juga disuarakan oleh seorang ahli gizi Amerika Serikat, Andy Bellati, yang menganjurkan anak dan remaja di bawah usia 18 tahun menghindari kopi. Menurut Andy Bellati, kopi yang perlu dihindari tak hanya berupa kopi hitam, tetapi juga berbagai jenis minuman berbahan dasar kopi seperti kopi susu, cappuccino, frappuccino, latte, dan sejenisnya. Anda juga sebaiknya memerhatikan kadar kafein yang dikonsumsi anak melalui soda, teh, atau minuman berenergi.

Source: 1, 2.

Leave a Reply