STRATEGI BISNIS KEDAI KOPI BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI

Wabah Covid-19 yang merebak hampir di seluruh belahan dunia mulai menampakkan dampaknya di sektor perekonomian. Tak terkecuali pada sektor krusial Food and Beverage (FnB) di Indonesia. Beberapa perusahaan berbasis FnB skala kecil maupun besar mulai mengalami penurunan omset karena wabah ini.

Bisnis kedai kopi pun terkena dampaknya wabah ini, menyebabkan penurunan omset secara drastic, tak sedikit kedai kopi yang gulung tikar karena tak ada pemasukan sama sekali. Padahal sebelum pandemi, kedai kopi selalu menjadi tempat incaran para kaum penikmat kopi, mahasiswa yang mengerjakan tugas, juga para muda-mudi yang hanya sekedar nongkrong. Namun, apa daya akhirnya kedai-kedai kopi menjadi sepi tak berpengunjung semenjak adanya Covid-19 ini.

Meski pandemi masih ada, kita harus tetap berusaha bangkit, khususnya bagi anda pemilik kedai kopi. Untuk mempertahankan bisnis kedai kopi ditengah pandemi Covid-19, berikut beberapa strategi mempertahankan bisnis kedai kopi di tengah pandemi:

Promosi di Media Sosial
Memasarkan produk via media sosial untuk saat ini memang menjadi prioritas yang utama, sebelum pandemi pun strategi marketing di media sosial sudah diterapkan oleh pebisnis-pebisnis di dunia. Ada 3 strategi promosi di media sosial, yaitu:

  1. Melakukan pemasaran via sosial media Instagram dibarengi dengan penawaran-penawaran paket ekonomis, juga penawaran potongan harga bagi pelanggan delivery dan memberikan gratis ongkir.
  2. Melakukan branding produk minuman kekinian, seperti boba, kopi dan varian minuman lainnya,
  3. Memberikan infomasi dan edukasi seputar Covid-19 dan cara meminimalisir serta menghindarinya, hal ini dilakukan supaya tetap dapat menarik perhatian konsumen, dimana konsumen membutuhkan informasi tersebut.

Lakukan Sistem Take Away

Meskipun pemerintah telah menerapkan masa “New Normal” seperti saat ini, masih banyak orang yang enggan bepergian keluar rumah. Nah untuk itu, pebisnis kedai kopi harus memiliki sistem take away untuk mempermudahkan konsumen memesan produk mereka. Anda bisa join dengan Grab atau Gojek untuk mendukung konsep take away, atau bisa juga pelayanan antar sendiri oleh pelayan untuk order dengan aplikasi Whatsapp.

Persingkat Shit Kerja Karyawan
Penurunan omset yang kian menanjak  mulai mempersulit segala pengeluaran operasional kedai kopi, tidak terkecuali upah karyawan, oleh karena itu cara alternatifnya adalah dengan mempersingkan jam operasional para karyawan.

Menerapkan Protokol Kesehatan
Lakukan protokol kesehatan seperti pemeriksaaan suhu, menyediakan hand sanitizer, wajib memakai masker dan jaga jarak antar konsumen. Hal ini dilakukan agar pengunjung yang datang langsung ke kedai kopi tetap merasa aman dan nyaman. Jangan lupa juga menyediakan tempat cuci tangan, rutin melakukan penyemprotan dengan disinfektan, juga menyediakan pembayaran sistem cashless (pembayan non tunai) untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kedai kopi.

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini bukanlah sebuah alasan sebagai penghalang untuk melakukan bisnis, melainkan harus membuat kita lebih inovatif dan kreatif dalam mengembangkan bisnis, hal ini juga perlu dilakukan para pebisnis kedai kopi yang diharuskan memutar otak dan melakukan strategi yang efektif agar usaha kedai kopinya tetap berjalan.

Bagi anda yang ingin berbisnis kedai kopi mari bermitra bersama Coffeeland Indnesia. karena Karena Coffeeland Indonesia menyediakan seluruh kebutuhan Coffee Shop / Kedai Kopi. Anda hanya perlu menyediakan lokasi dan biaya awal paket usaha mulai dari 78 juta hingga 125,5  juta. Biaya ini akan digunakan untuk membeli peralatan, pembelian bahan baku, biaya pelatihan karyawan, hingga membantu proses pemasaran. Anda dipersilahkan untuk menggunakan brand milik Anda sendiri dan tidak dibebani oleh biaya royalti/fee apapun. Untuk informasi lebih lanjut dan pembelian paket Kedai Kopi, silahkan hubungi Tim Marketing melalui Whatsapp. 

 

 

  

 

Source: kompasiana.com

Leave a Reply

WhatsApp chat