PROSES ANAEROBIC FERMENTATION PADA KOPI

 

Proses pasca panen adalah salah satu bagian terpenting dalam perjalanan biji kopi. Bagaimana tidak, karena pada proses ini lah karakter dari cita rasa biji kopi terbentuk. Pada atikel sebelumnya, kami sudah membahas beberapa proses pasca panen seperti full washed, semiwashed, dan natural honey. Pada kesempatan kali ini kami akan membahan mengenai proses pasca panen dengan fermentasi.

Fermentasi adalah proses yang menghasilkan reaksi kimia dengan melibatkan mikroorganisme lain yang membantu proses penguraian buah kopi untuk menghasilkan sesuatu yang berbeda. Mikroorganisme pada proses fermentasi ini membantu berkembangnya kopi dengan mengeluarkan banyak zat, enzim, gula dan zat lainya.

Permasalahnya adalah fermentasi dapat meningkatkan cita rasa kopi atau merusaknya. Tergantung dengan cara kita ‘menangani’ fermentasi kopi tersebut.

Fermentasi anaerobic pada kopi

Pada proses Anaerobic Fermentation  ini, ceri kopi yang sudah dipetik, dipilih dan dicuci. Lalu, dimasukkan ke wadah berbahan stainless steel dan ditutup rapat, sehingga tidak ada udara (oksigen) yang masuk. Fermentasi dilakukan menggunakan air dan mikroorganisme pada ceri kopi.

Proses fermentasi tersebut memecahkan kulit dengan biji kopi. Waktu yang dibutuhkan selama proses fermentasi berlangsung adalah sekitar 18 hingga 24 jam. Sedangkan, untuk pengeringan dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 hari sebelum dipindahkan ke ‘African Drying Beds’ yang akan didiamkan selama 18 hingga 20 hari.

Ada yang mengatakan bahwa proses ini merupakan proses olahan biokimia yang terbilang rumit. Karena proses Anaerobic Fermentation melibatkan beberapa proses kimia seperti Hidrolisis (penambahan air), Acidogenesis (konversi gula dan asam lemak menjadi alkohol), Asetogenesis (menghasilkan gas hidrogen dan karbon dioksida), serta Metanogenesis (pembentukan gas yang dilakukan oleh mikroba).

Proses kerja kimiawi yang terjadi menyebabkan perbedaan tingkat pH, suhu, tekanan, serta kadar gula. Membutuhkan ketelitian dan keterampilan dalam melakukan proses pencucian ceri kopi untuk menghasilkan cita rasa kopi yang unik.

Berkaitan dengan fermentasi, Ada dua cara fermentasi yang dapat dilakukan pada kopi:

  • Aerobic: Cara ini dilakukan ketika oksigen tersedia. Teknik fermentasi jenis ini sederhana: biarkan buah ceri kopi yang baru dipetik di dalam tangki atau wadah lalu biarkan mikroorganisme bekerja. Pantau waktu dan suhu untuk membantu memudahkan kontrol dan menganalisisnya.
  • Anaerobic: Dalam hal ini, buah ceri kopi diletakkan di dalam tangki (sebelum atau setelah dikupas) dan ditutup dengan air. Itu akan memungkinkan mikroorganisme yang berbeda untuk bekerja.

Lalu, apa perbedaanya? Proses Anaerobic Fermentation lebih seragam dan lebih mudah dipantau. Sedangkan, Aerobic Fermentation lebih beraneka ragam dan lebih sulit untuk dipantau.

Karakter rasa kopi denan proses Anaerobic Fermentation

Proses Anaerobic Fermentation ini ditujukan untuk mendapatkan cita rasa kopi yang asam, seperti wine dan rasa manis yang ditinggalkan seperti ‘creamy’, kayu manis dan meninggalkan kesan kekentalan pada tekstur body.

Terlepas dari proses pengolahannya, Anda bisa mendapatkan biji kopi berkualitas yang terjamin kesegaranya!  Coffeeland Indonesia menyediakan Kopi Arabika asli Indonesia seperti Arabika Toraja SpecialtyArabika Mandheling Specialty, Arabika Aceh Gayo SpecialtyArabika Papua Wamena Specialty, Arabika Flores Specialty, Arabika Java SpecialtyArabika Malabar Specialty, dan Arabika Bali Kintamani Specialty. Tersedia dalam kemasan 120 gr, 250 gr, dan 1Kg. 

Caranya, Anda bisa langsung memesan untuk mendapatkan biji kopi nusantara berkualitas sesuai dengan selera Anda dapat menghubungi Tim Marketing kami via What’s App atau melaui E-commerce kami.

 

 

  

 

 

 

Source: gordi.id

Featured image: i.pinimg.com